https://i.ytimg.com/vi/nqK5GMG2MiA/hqdefault.jpg



Ramalan Albert Ensten Benar, Gelombang gravitasi terdeteksi
Apabila masih hidup, Albert Einstein akan sangat bahagia di tahun 2016 ini. Sebab ilmuwan telah berhasil menemukan bukti dari kebenaran prediksi di teori relativitas Einstein yang terakhir, yakni keberadaan gelombang gravitasi.
Menggunakan antena sepanjang 4 kilometer berbentuk ‘L’ di pusat penelitian LIGO di Washington dan Lousiana, Amerika Serikat, ilmuwan akhirnya mendeteksi gelombang gravitasi yang berasal dari dua buah lubang hitam yang bertabrakan. Kedua ‘black-hole’ itu sendiri berjarak miliaran tahun cahaya dari Bumi.
Gelombang gravitasi adalah ‘riak-riak’ gravitasi yang terbentuk saat dua buah benda dengan massa dan energi sangat besar bertemu dan saling berakselerasi. Sekilas, gelombang gravitasi mirip riak air yang terbentuk saat kita meneteskan air di atas kolam.
Teori relativitas soal gelombang gravitasi dari Einstein ini sebenarnya adalah sebuah ide di mana jika ada sebuah massa yang sangat besar berakselerasi, maka massa tersebut akan mampu mengubah struktur ruang dan waktu serta menghasilkan gelombang gravitasi. Ilmuwan sendiri awalnya tidak yakin gelombang ini bisa terdeteksi sampai Bumi.

Berita Artis dan Politik


source konspirasi bumi datar bukti bumi bulat kesalahan flat earth society
bukti gravitasi

yasbux

Related Posts
comments
  • Penemuan LIGO mendeteksi gelombang gravitasi yang berasal dari 2 black hole tabrakan 1,3 milyar tahun yl, suatu hal mengagumkan dan patut diapresiasi, namun juga menyisakan banyak pertanyaan, antara lain:

    1.Ide tentang black hole diturunkan dari persamaan Einstein, tapi Einstein sendiri sampai meninggalnya di th.1955 tidak percaya adanya black hole. Einstein dikenal sebagai "Ayah enggan Black Hole" atau The Reluctant Father of Black Hole. Einstein tidak pernah memprediksi gelombang gravitasi terkait black hole.

    2.Bukti prediksi Einstein tertulis di Manuscript th.1916 : "Two celestial bodies in orbit will generate invisible ripples in spacetime". Ripples in spacetime diterjemahkan oleh ahli sebagai gelombang gravitasi (gavitational wave). Namun "Two celestial bodies in orbit" (Dua benda angkasa dalam orbitnya) tentunya tidak bisa diartikan sebagai "Dua benda angkasa (black hole) tabrakan". In orbit (dalam orbit) dan Collision (tabrakan) jelas dua peristiwa yang berbeda. Itupun jika black hole boleh dianggap sebagai benda angkasa.

    Sampai sekarang soal black hole masih debatable. Prof Laura Mersini Houghton menolak adanya black hole, dan dia mengklaim punya persamaan bisa menjelaskan bahwa black hole tidak ada. Fisikawan terkenal, Stephen Hawking, sebagai salah seorang penemu /yang membesarkan hipotesis black hole, dua kali mengubah pendapatnya, terakhir pada awal th.2014 menyatakan di majalah Nature :"There is No Black Hole".

    3.Ada 2 istilah gelombang gravitasi, gravitational wave yaitu gelombang gravitasi di spacetime, dan gravity wave yaitu gelombang gravitasi di bumi yang bisa menyebabkan gempa bumi, tsunami, dan mempercepat/memperkuat terjadinya Tornado. Gravity wave ini yang juga menyebabkn timbulnya awan jenis tertentu, dan menyebabkan gelombang laut (fluid dynamics), bisa dilihat oleh siapa saja, dan bisa dibuktikan adanya oleh siapa saja.

    Gravitational wave dan gravity wave, sama-sama gelombang yang digerakkan oleh gaya gravitasi, dalam hal ini jelas gravitasi adalah suatu gaya (force) sesuai teori gravitasinya Newton. Padahal, teori gravitasi Einstein (Relativitas Umum) menyatakan bahwa gravitasi bukan gaya (nothing about force), melainkan karena lengkungan ruang-waktu (curve space). Jika gravitasi bukan gaya, tidak ada energi yang bisa menimbulkan ripples in spacetime. Singkatnya, prediksi Einstein dalam Manuscript 1916 sejatinya belum terbukti……….

  • leave a comment

    Create Account



    Log In Your Account